Jumat, 11 Januari 2013

“Bahasa Gaul Sebagai Tutur Bahasa Remaja”


BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
Akhir-akhir ini, banyak orang tua yang mengeluhkan tutur bahasa anak-anaknya yang sulit dimengerti dan semakin jauh dari kesantunan. Bahasa gaul penuh rahasia. Hanya remaja yang bisa mengkomunikasikannya secara aktif. Hal ini di sebabkan bahasa remaja hasil campur aduk berbagai bahasa dengan berbagai perubahan. Dilapangan, sistem tidak memihak remaja. Guru-guru kita mewasiatkan penggunaan bahasa yg baik dan benar. Celakanya, banyak guru yang menjejali konsep ejaan yang disempurnakan (EYD) dalam berkomunikasi. Hasilnya penggunaan bahasa terkesan kaku dan formal. Akhirnya para remaja mencoba keluar dari kekakuan bahasa ini, yaitu dengan menggunakan bahasa gaul.
Bahasa gaul sangat mudah berkembang pesat. Bahasa gaul sendiri bukan hanya milik anak kota, anak desapun sangat fasih melafalkanya. Berarti bahasa gaul merupakan gejala sosial dan fenomenal. Bahasa gaul remaja sebagai variasi bahasa mempunyai karakteristik tersendiri yang membedakan tutur remaja dengan tutur bahasa yang lain. Karakteristik bahasa gaul remaja tampak pada pilihan kosakata, ungkapan, pola, dan strukturnya.

2.      Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut:
a.       Bagaimana perkembangan bahasa gaul sebagai tutur bahasa remaja di Indonesia saat ini?
b.      Bagaimana sejarah pemakaian bahasa gaul sebagai tutur bahasa remaja di Indonesia?
c.       Bagaimana ciri-ciri bahasa gaul sebagai tutur bahasa remaja di Indonesia?
d.      Bagaimana bahasa gaul sebagai tutur bahasa remaja menjadi solidaritas kaum mudadi Indonesia?

3.      Tujuan
Secara umum, tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah untuk memeriksa pemakaian bahasa gaul sebagai tutur bahasa remaja. Secara khusus, tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah:
a.       Mendiskripsikan perkembangan bahasa gaul sebagai tutur bahasa remaja diIndonesia saat ini.
b.      Mendiskripsikan sejarah pemakaian bahasa gaul sebagai tutur bahasa remaja diIndonesia.
c.       Mendiskripsikan ciri-ciri bahasa gaul sebagai tutur bahasa remaja di Indonesia
d.      Mendiskripsikan bahasa gaul sebagai tutur bahasa remaja dapat menjadi pengikatsolidaritas kaum muda di Indonesia.

4.      Manfaat
Secara operasional, manfaat yang diharapkan dari makalah ini adalah manfaatteoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoristis yang diharapkan adalah memperkayakajian sosiolinguistik khususnya tentang variasai bahasa, serta dapat menghasilkan deskripsi mengenai bahasa gaul sebagai bahasa remaja. Manfaat praktis yang dapat diharapkan dari makalah ini adalah bagi guru khususnya yaitu untuk bahan pengajaran. bagi pembaca, makalah ini dapat menambah pemahaman berbagai bahasa di dalam masyarakat, dan bagi penulis, makalah ini dapatdigunakan sebagai pemenuhan tugas mata kuliah kajian kebahasaan.


BAB II
LANDASAN TEORI
1.      Pengertian Bahasa
Menurut Chaer (dalam Massofa, 2009) bahasa adalah suatu sistem lanuang berupa bunyi, bersifat arbitrer, digunakan oleh suatu masyarakat tutur untuk bekerjasama, berkornunikasi, dan mengindenfikasi diri. Menurut pendapat di atas rnaka dapatdisimpulkan bahwa bahasa adalah berupa bunyi yang digunakan oleh rnasyarakat untuk  berkornunikasi.Keraf (dalam Massofa, 2009) mengatakan bahwa bahasa mencakup dua bidang,yaitu bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap berupa arus bunyi dan yang mempunyaimakna. Bahasa sebagai alat komunikasi antar anggota masyarakat terdiri atas dua bagian utama yaitu bentuk (arus ujaran) dan makna (isi). Menurut pendapat tersebutdapat disimpulkan bahwa bahasa merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap yangmerupakan alat komunikasi antar anggota masyarakat berupa bentuk dan makna.

2.      Fungsi Bahasa dalam Masyarakat
Bahasa berperan meliputi segala aspek kehidupan manusia. Termasuk salah satu peran tersebut adalah untuk memperlancar proses sosial manusia. Hal ini sejalan dengan pendapat Nababan (dalam Grafura, 2006) bahwa bahasa adalah bagian dari kebudayaandan bahasalah yang memungkinkan pengembangan kebudayaan sebagaimana kita kenal sekarang.
Bahasa dapat pula berperan sebagai alat integrasi sosial sekaligus alat adaptasisosial, hal ini mengingat bahwa bangsa Indonesia memiliki bahasa yang majemuk.Kemajemukan ini membutuhkan satu alat sebagai pemersatu keberseragaman tersebut.Di sinilah fungsi bahasa sangat diperlukan sebagai alat integrasi sosial. Bahasa disebutsebagai alat adaptasi sosial apabila seseorang berada di suatu tempat yang memiliki perbedaan adat, tata krama, dan aturan-aturan dari tempatnya berasal. Proses adaptasi ini akan berjalan baik apabila terdapat sebuah alat yang membuat satu sama lainnya mengerti, alat tersebut disebut bahasa. Dari uraian ini dapat kita tarik kesimpulan bahwa bahasa merupakan sesuatu yang sangat penting bagi manusia.Salah satu butir sumpah pemuda adalah menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Dengan dengan demikian bahasa dapat mengikat anggota-anggotamasyarakat pemakai bahasa menjadi masyarakat yang kuat, bersatu, dan maju.


3.      Variasi Bahasa
Variasi atau ragam bahasa merupakan bahasan pokok dalam studisosiolinguistik. Bahasa itu menjadi beragam dan bervariasi bukan hanya penuturnya yang tidak homogen tetapi juga karena kegiatan interaksi sosial yang mereka lakukansangat beragam. Chaer dan Agustina (dalam Massofa, 2009) mengatakan bahwa variasi bahasa itu pertama-tama kita bedakan berdasarkan penutur dan penggunanya. Berdasarkan penutur berarti, siapa yang mengunakan bahasa itu, dirnana tempat tinggalnya, bagaimana kedudukan sosialnya dalam masyarakat, apa jenis kelaminnya, dan kapan bahasa itu digunakan. Berdasarkan penggunanya berarti, bahasa itu digunakan untuk apa, dalam bidang apa, apa jalur dan alatnya, dan bagaimana situasi keformalannya.


BAB III
METODE PENELITIAN
1.              Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan terhadap “Bahasa Gaul Sebagai Tutur Bahasa Remaja” adalah metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif berarti bahwa penelitian ini benar-benar berdasarkan fakta yang ada atau penomena yang secara empiris hidup pada penuturnya ”penggunaan bahasa yang digunakan oleh penuturnya tidak mempertimbangkan benar dan salahnya” (sudaryanto, 1993:8)

2.              Populasi dan Sampel
Populasi dan sampel digunakan supaya di dalam penelitian data yang kita dapatkan akan lebil valid.
a.       Populasi
Populasi adalah ”keseluruhan subjek penelitian (Arikunto,2002:115). Jadi yang menjadi populasi yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah keseluruhan penduduk di desa Rantau Embacang. Dan populasi pada penelitian kali ini adalah kalangan masyarakat yang menggunakan bahasa gaul khususnya remaja.
b.      Sampel
Sampel adalah ”sebagian atau wakil populasi yang diteliti” (Arikunto,2002:115). Di dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel Pelajar SMP dan SMA.
3.      Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan cara-cara yang dapat digunakan oleh seorang peneliti guna untuk mengumpulkan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.      Studi pustaka
Penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang bersangkutan dengan literatur-literatur yang terkait dengan penelitian, sebab di dalam penelitian peneliti harus banyak membaca dengan mengkaji berbagai literatur.
b.      Observasi
Metode observasi merupakan jenis penelitian dengan mengumpulkan data yang diperoleh berdasarkan pengamatan langsung yang dilakukan dilapangan. metode ini melakukan pengamatan-pengamatan secara langsung masyarakat yang menggunakan bahasa gaul.
c.       Wawancara
Teknik wawancara ini merupakan teknik dengan proses melakukan dialog kecil kepada narasumber atau bisa dikatakan komunikasi secara verbal semacam percakapan yang bertujuan untuk memperoleh informasi berupa data-data yang merupakan bagian dari penelitian.

4.      Data dan Sumber Data
Menurut (Lofland dalam Nilawati 2006:35) “sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain”. Sumber data pada penelitian ini ialah bahasa Gaul yang dipergunakan oleh masyarakat. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini berupa data bahasa dan data bahasa lisan.

5.      Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode kajian distribusional (distribusi berarti gabungan, jadi distribusional berarti menggabungkan). Yaitu metode yang memakai alat penentu di dalam bahasa itu sendiri. Metode distribusional atau metode agih (istilah Sudaryanto), yaitu menganalisis sistem bahasa atau keseluruhan kaidah yang bersifat mengatur di dalam bahasa berdasarkan perilaku atau ciri-ciri khas kebahasaan satuan-satuan lingual tertentu.


BAB IV
PEMBAHASAN
1.              Bahasa Gaul
Terdapat dua situasi yang menggolongkan pemakaian bahasa di dalam masyarakat, yaitu situasi resmi dan tidak resmi. Bahasa yang digunakan pada situasi resmi menuntut penutur untuk menggunakan bahasa baku, bahasa formal. Contohnya adalah pidato, kuliah, rapat, ceramah umum, dan lain-lain. Dalam bahasa tulis bahasa resmi banyak digunakan dalam surat dinas, perundang-undangan, dokumentasiresmi, dan dan lain-lain.Situasi tidak resmi akan memunculkan suasana penggunaan bahasa tidak resmi juga.
Kuantitas pemakian bahasa tidak resmi banyak tergantung pada tingkat keakraban pelaku yang terlibat dalam komunikasi. Dalam situasi tidak resmi, penutur bahasa tidak resmi mengesampingkan pemakaian bahasa baku atau formal. Kaidah dan aturan dalam bahasa-bahasa baku tidak lagi menjadi perhatian. Prinsip yang dipakai dalam bahasatidak resmi adalah asal orang yang diajak bicara bisa mengerti. Situasi semacam inidapat terjadi pada situasi komunikasi remaja di sebuah mal, interaksi penjual dan pembeli, dan lain-lain. Dari ragam bahasa tidak resmi tersebut, selanjutnyamemunculkan istilah yang disebut dengan istilah bahasa gaul.
Lubis Grafura (Grafura, 2009) mengkhawatirkan terkikisnya bahasa Indonesia yang baik dan benar di tengah arus globalisasi. Kecenderungan masyarakat ataupun para pelajar menggunakan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari semakin tinggi. Dan yang lebih parah makin berkembangnya bahasa gaul yang mencampuradukkan bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Saat ini bahasa gaul telah banyak terasimilasi dan menjadi umum. Bahasa gaul sering digunakan sebagai bentuk percakapan sehari-hari dalam pergaulan di lingkungan sosial bahkan dalam media-media populer serperti TV, radio, dunia perfilman nasional, dan digunakan sebagai publikasi yang ditujukan untuk kalangan remaja oleh majalah-majalah remaja populer Seperti halnya bahasa lain, bahasa gaul juga mengalami perkembangan. Perkembangan tersebut dapat berupa penambahan dan pengurangan kosa kata. Tidak sedikit kata-kata yang akan menjadi kuno (usang) yang disebabkan oleh tren dan perkembangan zaman. Maka dari itu, setiap generasi akan memiliki ciri tersendiri sebagai identitas yang membedakan dari kelompok lain. Dalam hal ini, bahasalah sebagai representatifnya.
Dari segi fungsinya, bahasa gaul memiliki persamaan antara slang, dan prokem. Kosa kata bahasa remaja banyak diwarnai oleh bahasa prokem, bahasa gaul, dan istilah yang pada tahun 1970-an banyak digunakan oleh para pemakai narkoba (narkotika,obat-obatan dan zat adiktif). Hampir semua istilah yang digunakan bahasa rahasia diantara mereka yang bertujuan untuk menghindari campur tangan orang lain. Bahasa gaul remaja merupakan bentuk bahasa tidak resmi. oleh karenanya bahasa gaul remaja berkembang seiring dengan perkembangan zaman, maka bahasa gaul dari masa ke masa berbeda. Tidak mengherankan apabila bahasa gaul remaja digunakan dalam lingkungan dan kelompok sosial terbatas, yaitukelompok remaja. Hal ini berarti bahwa bahasa gaul hanya digunakan pada kelompok sosial yang menciptakannya. Anggota di luar kelompok sosial tersebut sulit untuk memahami makna bahasa tersebut.

2.      Sejarah Pemakaian Bahasa Gaul
Bahasa gaul tidak hanya muncul belakangan ini saja, tetapi sudah muncul sejak awal 1970-an. Waktu itu bahasa khas anak muda biasa disebut bahasa prokem atau bahasa okem. Salah satu kosakata bahasa prokem yang masih sering dipakai sampai sekarang adalah "bokap".Bahasa prokem awalnya digunakan oleh para preman yang kehidupannya dekatsekali dengan kekerasan, kejahatan, narkoba, dan minuman keras. Istilah-istilah baru mereka ciptakan agar orang-orang di luar komunitas mereka tidak mengerti. Dengan begitu, mereka tidak perlu lagi bersembunyi untuk membicarakan hal negatif yang akan maupun yang telah mereka lakukan.Karena begitu seringnya mereka menggunakan bahasa sandi mereka itu di berbagai tempat, lama-lama orang awam pun mengerti yang mereka maksud. Akhirnya mereka yang bukan preman pun ikut menggunakan bahasa ini dalam obrolan sehari-  hari sehingga bahasa prokem tidak lagi menjadi bahasa rahasia. Istilah dalam bahasa prokem seperti mokal, mokat, atau bokin dan lain-lain.
Dalam bahasa prokem, kata dibentuk dengan menyisipkan "ok" di tengah katayang bagian akhirnya dibuang. Contoh: preman, dibuang "an"-nya dan disisipkan "ok"di tengah, dan preman pun berubah menjadi prokem. Sepatu yang menjadi sepokat dan duit jadi doku. Juga ada kata yang dibolak-balik seperti pusing menjadi suping.(Wikipedia: 2005)Pada tahun 1970-an, Dengan motif yang kurang lebih sama dengan para preman,kaum waria juga menciptakan sendiri bahasa rahasia mereka. Sampai sekarang kitamasih sering mendengar istilah "bencong" untuk menyebut seorang banci. Pada perkembangannya, konon para waria atau banci inilah yang paling rajin berkreasimenciptakan istilah-istilah baru yang kemudian memperkaya khasanah perbendaharaan bahasa gaul. Anak muda 1970-an memperkenalkan asoy untuk asyik dan ajojing untuk  berdisko. Pada masa itu, Teguh Esha, lewat novel Ali Topan Anak Jalanan (1972) dansekuelnya, Ali Topan: Detektif Partikelir (1973), mempopulerkan bahasa prokem yangaslinya dari bahasa para preman (Tajudin, Tempo: 2007).Pada 80-an bahasa gaul anak muda makin marak.
Sebagai bahan teori, berikut adalah sejarah dari beberapa kata dalam bahasa gaul tersebut:
a.       Nih Yee, Ucapan ini terkenal di tahun 1980-an, tepatnya November 1985. pertama kaliyang mengucapkan kata tersebut adalah seorang pelawak.
b.      Memble dan Kece, Kata memble dan kece merupakan kata-kata ciptaan khas Jaja Mihardja. Selanjutnya ada pula pada tahun 2010 muncul lagu memble tapi kece.
c.       Nek, Setelah kata Boo... popular, tak lama kemudian muncul kata-kata Nek... yang dipopulerkan anak-anak SMA di pertengahan 90-an. Kata Nek... pertama kali diucapkan oleh Budi Hartadi seorang remaja di kawasan kebayoran yang tinggal bersamaneneknya. Oleh karena itu, lelaki yang latah tersebut sering mengucapkan kata Nek...(Grafura, 2006).
d.      Terus gue harus bilang waw, gitu.., di populerkan oleh salah satu iklan kartu perdana.
e.       Sesuatu, dipopulerkan oleh penyanyi Syahrini, penyanyi tersebut memang sering melontarkan kata-kata yang unik sehingga sering diikuti oleh anak muda. Ada lagi yang beru keluar akhir-akhir ini adalah “Cetar Membahana Badai
f.       Ciyus mie apah, populer pada tahun 2012 oleh presenter yang bernama Ananda Omes. Dan juga dipakai pada salah satu iklan kartu. Yang berasal dari kata “Serius Demi Apa”
Selama ini bahasa anak muda cuma dianggap bahasa cakapan temporer yang tidak baku dan harus ditulis miring. Bahasa itu dianggap seperti tren pakaian anak muda yang terus berganti bersama musim atau sebagai satu bentuk pemberontakan dan keisengan anak muda, atau cara mereka keluar dari kekakuan bahasa baku. Artinya biarkan bahasa itu berkembang di koridor yang berbeda.
3.      Ciri-Ciri Bahasa Gaul
Ragam bahasa gaul memiliki ciri khusus, singkat, lincah dan kreatif. Kata-kata yang digunakan cenderung pendek, sementara kata yang agak panjang akan diperpendek melalui proses morfologi atau menggantinya dengan kata yang lebih pendek seperti permainan menjadi mainan, pekerjaan menjadi kerjaan. Kalimat-kalimat yang digunakan kebanyakan berstruktur kalimat tunggal. Bentuk-bentuk elip juga banyak digunakan untuk membuat susunan kalimat menjadi lebih pendek sehingga seringkali dijumpai kalimat-kalimat yang tidak lengkap. Dengan menggunakan struktur yang pendek, pengungkapan makna menjadi lebih cepat yangsering membuat pendengar yang bukan penutur asli bahasa Indonesia mengalamikesulitan untuk memahaminya (Grafura, 2006).Ada banyak ragam bentukan bahasa gaul. Berikut ini penjelasan singkat beberapa metode atau rumus dalam membentuk atau memodifikasi kata, anatara lain:
a.       Tambahan sisipan ko.
Dalam bahasa prokem, kata dibentuk dengan menyisipkan "ok" di tengah katayang bagian akhirnya dibuang. Contoh: preman, dibuang "an"-nya dan disisipkan "ok"di tengah, dan preman pun berubah menjadi prokem. Sepatu yang menjadi sepokat danduit jadi doku (Wikipedia: 2005).
Contoh lainnya:
Mati – mokat
Bini – bokin
Beli – bokel
Bisa – bokis

b.      Kombinasi e + ong 
Kata bencong itu bentukan dari kata banci yang disisipi bunyi e dan ditambahakhiran ong. Huruf vokal pada suku kata pertama diganti dengan e. Huruf vokal padasuku kata kedua diganti ong (Magnum, 2006).
Contoh lain:
Makan – mekong
Sakit – sekong
Laki – lekong
Lesbi – lesbong
Mana – menong
Ada juga waria yang kemudian mengganti tambahan ong dengan es sehingga bentukankatanya
Banci – bences
Laki - lekes



c.       Tambahan sisipan Pa/pi/pu/pe/po
Setiap kata dimodifikasi dengan penambahan pa/pi/pu/pe/po pada setiap sukukatanya. Maksudnya bila suku kata itu bervokal a, maka ditambahi pa, bila bervokal iditambahi pi, begitu seterusnya (Magnum, 2006).
Contoh:
Mati - ma (+pa) ti(+pi) – mapatipi
Cina - ci (+pi) na (+pa) – cipinapa
Gila - gi (+pi) la(+pa) – gipilapa
Tilang - ti (+pi) la(+pa)ng - tipilapang

d.      Tambahan Sisipan in
Pernah dengar istilah lines? Lines itu artinya “lesbi”. Rumusnya, setiap suku kata pertama disisipi in. Kata les-bi disisipi -in jadi l(in)es b(in)I = linesbini. Biar gampangsering disingkat jadi lines saja (Magnum, 2006).
Contoh lain:
Banci - b(in)an-c(in)i – binancini
Mandi - M(in)an-d(in)i – Minandini
Toko - t(in)o-k(in)o – tinokino
Homo - h(in)o-m(in)o ± hinomino

4.      Bahasa Gaul Sebagai Solidaritas Kaum Muda
Terlepas merusak bahasa baku atau tidak, istilah dan kosakata baru (bahasa gaul)semakin memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Para pengguna Bahasa Indonesiaharus mampu membedakan antara yang baku dan yang berkembang (bahasa gaul). Kitasemua tahu bahwa bahasa Indonesia telah memiliki format yang baik dan benar. Namuntidak bisa dipungkiri, akibat perubahan jaman yang begitu cepat melesat, munculahistilah-istilah baru. Entah siapa yang menciptakan dan mempopulerkan, tiba-tiba sajakita sering diperdengarkan oleh kosakata-kosakata yang tidak pernah kita dengar sebelumnya.Kalangan orang tua seringkali merasa prihatin terhadap fenomena bahasa gaul,mereka menganggap jaman sekarang semakin anak bergaul, efek buruknya anak  berpotensi lebih menyerap kata kata yang tidak pantas dan sopan.Dari sekian banyaknya kosakata bahasa gaul sejak awalnya dulu, sejalan dengan perubahan jaman dan generasi, bahasa gaul pun juga ikut mengalami perubahan sesuaidengan selera generasinya.
Beberapa contoh bahasa gaul :
Garink : tidak lucu,                                                             Jablay : jarang dibelai
Pasutri : pasukan suami takut istri                   Cimut : ciuman maut
Kemek : makan                                               Hasem : ingin merokok 
Skull : sekolah                                                 Kull : kuliah
Meneketehe : mana aku tahu                          Kemsi : Kemek siang (makan siang)
Parno : Paranoid                                              Sherina : Serius na
Marsyanda : Masa oloh serius na                    Tp : tebar pesona
Gaptek : gagap teknologi                                Neting : Negatif Thinking
Doror : Double eror                                         Bapuk : jelek/buluk 
Caur : hancur                                                   Gazebo : Gak zelas bo..(tidak jelas) 
Nembak : menyatakan cinta                            Jadian : pacaran
Tase : bermesraan                                            Tababmerematahua : (udah yang palng jelek!)
AA Gym GTL : agak agak gimana gitu loh!  Bokis : bohong
Jorki : Joker (jorok)                                         Pewe : Posisi (Wu)                 
enak Songong : belagu                                    Pecun : perek culun                            
SMS : suka sama suka                         Sodokur : sodara (saudara)                            
Titi kamal : hati-hati kalau malam                   Balon : bakal calon                             
Tajir : Orkay (orang kaya)                                jadul : jaman dulu                                              
Ciamik : bagus                                                Cingcay lah : lumayan lah      
Jarpul : jarang pulang                                      Macacci : masa sih
SMP : sehabis makan pulang                          Capcus : cabut (pulang/pergi)
Makaci : terimakasih                                       bekibolang : belok kiri boleh 
brondong : lebih muda                                    brownis : brondong manis
cemat : cewek matre                                       cemen : gak ada nyali (takut)
CDMA : cape deh males ah                            Ember : iya (benar/setuju)

Menyimak asal muasal bahasa gaul, ada sebuah penafsiran bahwa dalam dunia muda berlaku simbol-simbol yang simple, mudah diucapkan, akrab ditelinga, danspontan. Jika ada sebuah kata yang dianggap baru dan tepat untuk menggambarkansuatu keadaan maka dengan cepat akan segera diadopsi.



BAB V
PENUTUP

1.      Simpulan
Dari uraian pembahasan di atas, dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain:
a.       Bahasa gaul telah banyak terasimilasi dan menjadi umum. Bahasa gaul seringdigunakan sebagai bentuk percakapan sehari-hari dalam pergaulan di lingkungansosial bahkan dalam media-media popular.
b.      Bahasa gaul sudah muncul sejak awal 1970-an yaitu bahasa prokem. Pada tahunyang sama kaum waria juga menciptakan bahasa mereka sendiri. Kemudian, bahasakomunitas banci masuk dalam bahasa pergaulan anak muda secara umum. Kata-kata bahasa Inggris juga makin marak disisipkan dalam percakapan sehari-hari.
c.       Bahasa gaul memiliki ciri khusus, singkat, lincah dan kreatif. Kata-kata yangdigunakan cenderung pendek, kata yang agak panjang akan diperpendek melalui proses morfologi. Kalimat-kalimatnya berstruktur kalimat tunggal. Bentuk-bentuk elip banyak digunakan untuk membuat susunan kalimat menjadi lebih pendek sehingga seringkali dijumpai kalimat-kalimat yang tidak lengkap.
d.      Bahasa gaul mengalami masa ³pasang-surut´, tiap generasi memiliki selera dandinamikanya sendiri. Bahasa gaul tidak akan merusak tatanan bahasa, karena hanya bersifat sementara. Bahasa gaul hanya digunakan sebagai bahasa komunitas kaummuda untuk membangun solidaritas.
e.       Kebanyakan pelajar maupun mahasiswa kurang menerapkan penggunaan bahasaIndonesia yang baku sesuai dengan kaidahnya karena tidak dibiasakan dalamkehidupan sehari-harinya. Sebagian pelajar dan mahasiswa lebih banyak menggunakan bahasa gaul karena pembendaharaan katanya lebih gampang untuk digunakan.
f.       Bahasa gaul umumnya digunakan di lingkungan perkotaan. Terdapat cukup banyak variasi dan perbedaan dari bahasa gaul bergantung pada kota tempat seseorangtinggal dan bahasa daerah yang berbeda dari etnis-etnis yang menjadi penduduk mayoritas dalam kota tersebut.
 



DAFTAR PUSTAKA

 _______. 2005. Bahasa Prokem Indonesia. Wikipedia Indonesia, (online). (http://id.wikipedia.org diunduh Desember 2009)
 ______ .2006. Remaja dan Mahasiswa Banyak Gunakan Bahasa Gaul. Kompas.com,(online). (http://m.kompas.com. Diunduh Desember 2009)
Grafura, Lubis. 2006. Bahasa Gaul Remaja Indonesia. Cerpen Lubis Grafura, (online).(http://lubisgrafura.wordpress.com diunduh Desember 2009)
Magnum. 2006. Bahasa Gaul Gitu Looh.. Indoforum, (online).(http//www.indoforum.org. diunduh Desember 2009)
Massofa. 2009. Penggunaan Ragam Bahasa Gaul di Kalangan Remaja di Taman Oval  Markoni Kota Tarakan. Cari Ilmu Online Borneo, (online). (http://massofa.wordpress.com. Diunduh Desember 2009)
Tajudin, Qaris. 2007. Secara Gue Gaul Gitu Loh!. Kompas, (online). (http://groups.yahoo.com. Diunduh Desember 2009)
Urbanus, Doddy. 2009. Bahasa Gaul dan Solidaritas Kaum Muda. Bahasa Kita, (online). (http://doddyurbanus.blog.plasa.com diunduh Desember 2009)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar